Tampilkan postingan dengan label Motivasi Sukses. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi Sukses. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Oktober 2010

Nilai Sebuah Kegagalan

kesuksesan 

Bagi banyak orang kegagalan adalah sesuatu yg buruk. Apakah betul begitu? Untuk pikiran yang dangkal, hal itu memang betul. Namun apabila kita memikirkannya lebih dalam lagi, kegagalan tidak selamanya merupakan bencana. Bisa jadi, dengan kegagalan Tuhan mengingatkan kita bahwa kapasitas kita belum cukup untuk menerima kesuksesan. Barangkali Tuhan menunjukkan kepada kita bahwa masih banyak hal yang harus kita pelajari, yang mana kalau kita sukses padahal kemampuan kita masih dangkal, kita akan terjatuh lebih dalam lagi. Seperti yang pernah dikatakan oleh seorang ahli investasi dari Amerika bahwa ‘orang bodoh dengan uang banyak adalah suatu fenomena yang sangat menarik’. 


Apakah yang akan terjadi bila orang bodoh tiba-tiba mendapatkan uang banyak? Jelas, dia akan menghabiskannya tanpa perhitungan hanya untuk barang-barang konsumtif dan kembali mengalami kesulitan keuangan karena kemungkinan besar barang-barang konsumtif tersebut akan dia beli dengan cara kredit. Apakah dia pantas disebut orang kaya? Jelas tidak, orang yang betul-betul kaya tahu betul apa yang akan dia perbuat dengan uangnya dan akan mengembangkannya lebih banyak lagi.


Poin utamanya adalah kesuksesan yang kita terima akan selalu sesuai dengan kapasitas diri kita. Jika kita menerima kesuksesan di luar kapasitas diri, malah kita akan jatuh lebih dalam dan gagal lebih parah. Maka dari itu, jangan terlalu mendramatisir kegagalan. Bisa jadi dengan kegagalan Tuhan menyelamatkan kita dari kegagalan yang lebih parah. Yang perlu kita fokuskan adalah bagaimana caranya agar kita bisa berkembang secara pribadi untuk layak menjadi orang yang betul-betul sukses sehingga kesuksesan kita bisa bertahan lama dan semakin berkembang.


Semoga Beruntung!


Ditulis oleh “Kesatria Pemikir”

Rabu, 20 Oktober 2010

10 Kunci Sukses

“ Saya tidak bisa menari, tetapi saya akan tetap menari
Hanya karena saya tidak bisa menari, bukan berarti saya tidak akan menari. “
Saya tidak harus ahli dalam melakukan sesuatu untuk melakukan sesuatu tersebut, karena saya akan membangun keahlian tersebut dari melakukan sesuatu tersebut. “
( Mario Teguh, One Million 2nd Chances )

Bagi sebagian orang, berbisnis bisa jadi merupakan suatu hal yang mustahil. Bukan karena mereka tidak mau, bukan karena mereka tidak ingin, namun mustahil karena mereka betul-betul berfikir  bahwa berbisnis adalah suatu hal yang mustahil.

Banyak orang bermimpi menjadi orang besar, memiliki banyak harta, kedudukan, pangkat, jabatan, bahkan bermimpi bisa menjelajahi segala penjuru dunia kapan pun ia mau. Tetapi hal tersebut hanya sebatas mimpi. Mimpi yang seakan tak akan pernah terwujud, bahkan sangat-sangat jauh mampu diraih, bukan karena ia tidak mau, tetapi karena ia berfikir bahwa hal ini hanya sebatas mimpi.

Siapa yang salah? Apakah salah jika kita memiliki mimpi? Banyak diantara kita yang membatasi kemampuan diri kita sendiri karena kita menciptakan dinding-dinding pembatas psikis yang tentu hal tersebut menghambat perkembangan kemampuan kita secara fisik. Banyak diantara kita yang merasa tidak PD (Percaya Diri) justru ketika diberi kebebasan untuk berfikir, bertindak, untuk menghasilkan sesuatu yang terbaik.

Bisnis adalah bisnis. Bisnis bukanlah sebuah hal yang didapat karena anda merupakan anak keturunan konglomerat, pengusaha kaya, ataupun  produk turunan lainnya. Anda hanya akan bisa sukses dalam berbisnis, ketika anda betul-betul mendalami apa yang ada didalamnya, totalitas didalamnya. Banyak orang sukses  kita tahu bahwa mereka sukses dalam bisnisnya, karena mereka memang tekun, optimis, dan selalu menikmati segala proses yang ada didalamnya. Sebelum masa kejayaannya, tentu masa-masa sulit pernah dilaluinya. Segala hambatan, tantangan, bukan dimaknai sebagai sebuah rintangan, namun justru menjadi pemicu diri kita untuk dapat lulus dari ujian yang ada.

Hidup adalah putaran roda kehidupan. Jika saat ini kita sedang berjalan dalam keadaan menanjak, bergembiralah, yakinkan diri anda, bahwa didepan sana akan ada jalan turunan. Kita terlahir bukan sebagai seorang yang ahli, namun keahlian kita akan lahir dari kesungguhan kita dalam belajar, berproses dalam melakukan sesuatu, hingga kita menjadi ahli.

Jennie S. Bev, seorang konsultan, entrepreneur, penulis dan edukator di San Francisco Bay Area, dan juga merupakan salah seorang warga Indonesia yang “sukses” berkompetisi pada iklim ketat Amerika, beliau mengedepankan  Sepuluh (10) Kepribadian Orang Sukses (baik dari segi keuangan dan prestasi) yang berdasarkan pada komunikasi dan pergaulannya dengan para billionaire dan beberapa pengusaha sukses lainnya.
  1. Keberanian untuk berinisiatif.
  2. Tepat waktu.
  3. Tenang melayani dan memberi.
  4. Membuka diri terlebih dahulu.
  5. Senang bekerja sama dan membina hubungan baik.
  6. Senang mempelajari hal-hal baru.
  7. Jarang mengeluh, profesionalisme adalah yang paling utama.
  8. Berani menanggung resiko.
  9. Tidak menunjukkan kekhawatiran (berpikir positif setiap saat).
  10. Comfortable in their own skin” Menutup-nutupi sesuatu maupun supaya tampak “lebih” dari lawan bicaranya.

Motivasi Hidup untuk Sebuah Kesuksesan

 
Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita adalah untuk mencoba, karena didalam mencoba
itulah kita menemukan dan belajar membangun kesempatan untuk berhasil 
( Mario teguh )

Sepenggal kata mutiara dari Mario Teguh diatas, memberikan gambaran bahwa keberhasilan yang sebenarnya dapat diperoleh saat kita mencoba untuk menemukan keberhasilan tersebut. Karena dalam setiap proses kehidupan yang kita alami, selalu terdapat pembelajaran baru yang akan meningkatkan potensi diri kita.

Terkadang dalam menjalani hidup, tak jarang kita mengalami kejenuhan, kegagalan, maupun kekecewaan yang dapat menyebabkan seseorang tidak memiliki semangat lagi untuk menjalani hidupnya. Rasa putus asa dan tidak memiliki harapan lagi, menjadi kebiasan buruk bagi orang yang mengalami kegagalan. Sebaiknya Anda mulai menyadari bahwa kebudayaan tersebut hanya akan menghancurkan diri Anda sendiri. Karena kegagalan yang Anda alami adalah hasil perbuatan Anda sendiri. Untuk itu Anda juga harus bertanggung jawab atas kegagalan yang Anda alami, dengan membangkitkan kembali motivasi hidup Anda.

Pembelajaran besar tentang motivasi dapat kita peroleh dari kisah Thomas Alfa Edison saat beliau berusaha menciptakan sebuah lampu pijar. Thomas Alfa Edison yang dulunya dianggap bodoh oleh gurunya hingga dikeluarkan dari sekolah, ternyata tidak menyerah dengan keadaannya saat itu. Tanpa pendidikan di sekolah, Thomas kecil tetap belajar secara otodidak di rumah dengan bantuan buku – buku serta laboratorium kecil yang sengaja dibuatkan oleh ibunya.


Dari sanalah beliau mulai melakukan percobaan untuk menciptakan lampu pijar. Beribu – ribu kegagalan beliau alami sebelum akhirnya pada percobaannya yang ke 9.999 beliau berhasil menciptakan lampu pijar yang benar – benar bisa menyala dengan terang. Saat ditanya tentang kegagalan yang dialaminya hingga ribuan kali, Ia hanya menjawab bahwa dirinya merasa tidak pernah gagal. Melainkan Ia baru saja menemukan ribuan cara baru, untuk membuat lampu tidak bisa menyala. Dia memandang ribuan kegagalan tersebut sebagai manfaat yang memberikan tambahan pengetahuan, khususnya mengenai cara agar lampu tidak dapat menyala.

Cara Thomas Alfa Edison menanggapi kegagalannya, dapat memberikan inspirasi bagi kita bahwa dibalik semua kegagalan tersimpan pembelajaran besar yang bermanfaat untuk diri kita. Bayangkan bila saat itu Thomas Alfa Edison menyerah pada percobaannya yang ke 9.998, mungkin sampai saat ini kita tidak akan mengenal adanya lampu pijar. Oleh karena itu ciptakan kekuatan untuk selalu memotivasi diri Anda, terus mencoba dan berproses. Karena dengan berproses, Anda baru saja menemukan cara baru untuk meraih kesuksesan Anda.

Semoga dengan kisah sukses Thomas Alfa Edison dapat memberikan inspirasi bagi Anda guna meningkatkan motivasi hidup untuk sebuah kesuksesan yang ingin Anda raih.
Salam sukses.